<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>HUKUM-INDONESIA.COM</title>
	<atom:link href="http://hukum-indonesia.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://hukum-indonesia.com</link>
	<description>Legal Article, News, Lawyers, Website, etc.</description>
	<lastBuildDate></lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>Pro Kontra Status Anak Luar Kawin</title>
		<link>http://hukum-indonesia.com/pro-kontra-status-anak-luar-kawin/</link>
		<comments>http://hukum-indonesia.com/pro-kontra-status-anak-luar-kawin/#comments</comments>
		<pubDate></pubDate>
		<dc:creator>emhary</dc:creator>
				<category><![CDATA[BERITA HUKUM]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hukum-indonesia.com/?p=480</guid>
		<description><![CDATA[Nama penyanyi Machica Mochtar mungkin akan dikenang sebagai orang yang membawa perubahan padaUU No 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan (UUP). Selama 38 tahun berlaku, diwarnai suara pro dan kontra, UUP nyaris tak tersentuh. Sekalipun M Insa pernah ‘menggugat’ aturan yang mempersulit poligami dalam UUP empat tahun lalu, langkah warga Bintaro Tangerang itu kandas di tangan Mahkamah [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://hukum-indonesia.com/pro-kontra-status-anak-luar-kawin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pengacara, Profesi Paling Sering Kurang Tidur</title>
		<link>http://hukum-indonesia.com/pengacara-profesi-paling-sering-kurang-tidur/</link>
		<comments>http://hukum-indonesia.com/pengacara-profesi-paling-sering-kurang-tidur/#comments</comments>
		<pubDate></pubDate>
		<dc:creator>emhary</dc:creator>
				<category><![CDATA[BERITA HUKUM]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hukum-indonesia.com/?p=475</guid>
		<description><![CDATA[Sudah menjadi rahasia umum, pengacara adalah profesi dengan tingkat stres yang cukup tinggi. Beban pekerjaan yang berat plus tuntutan klien yang menginginkan hasil sempurna menjadi faktor penyebab stres yang dialami para pengacara. Dengan situasi seperti ini, seorang pengacara juga menjadi super sibuk sehingga kegiatan yang bersifat personal pun terabaikan. Termasuk kegiatan manusiawi dan alamiah sekalipun, [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://hukum-indonesia.com/pengacara-profesi-paling-sering-kurang-tidur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hakim Tuntut Hak Sesuai Undang-Undang</title>
		<link>http://hukum-indonesia.com/hakim-tuntut-hak-sesuai-undang-undang/</link>
		<comments>http://hukum-indonesia.com/hakim-tuntut-hak-sesuai-undang-undang/#comments</comments>
		<pubDate></pubDate>
		<dc:creator>emhary</dc:creator>
				<category><![CDATA[BERITA HUKUM]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hukum-indonesia.com/?p=473</guid>
		<description><![CDATA[Para hakim daerah nampaknya mulai menggeliat. Sekitar 28 perwakilan hakim seluruh Indonesia mendatangi Pengurus Pusat Ikatan Hakim Indonesia (PP IKAHI) dan pimpinan Mahkamah Agung (MA) di Gedung MA, Senin (9/4). Mereka “curhat” atas kondisi minimnya kesejahteraan hakim yang mereka peroleh dalam beberapa tahun terakhir. Misalnya, gaji pokok hakim selama empat tahun tidak pernah naik dan [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://hukum-indonesia.com/hakim-tuntut-hak-sesuai-undang-undang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tidak Boleh Ajukan PK atas Praperadilan</title>
		<link>http://hukum-indonesia.com/tidak-boleh-ajukan-pk-atas-praperadilan/</link>
		<comments>http://hukum-indonesia.com/tidak-boleh-ajukan-pk-atas-praperadilan/#comments</comments>
		<pubDate></pubDate>
		<dc:creator>emhary</dc:creator>
				<category><![CDATA[BERITA HUKUM]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hukum-indonesia.com/?p=446</guid>
		<description><![CDATA[Mahkamah Agung mengambil sikap di tengah perdebatan apakah putusan praperadilan bisa dimohonkan peninjauan kembali atau tidak. Dalam putusan atas perkara praperadilan atas SKPP Chandra Hamzah dan Bibit Samad Rianto, majelis hakim agung yang langsung dipimpin Ketua Mahkamah Agung Harifin A. Tumpa menyatakan permohonan peninjauan kembali dari pemohon tidak dapat diterima. Alasan majelis terbilang sederhana. Undang-Undang [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://hukum-indonesia.com/tidak-boleh-ajukan-pk-atas-praperadilan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ketua MA Singapura: “Lebih Baik Peras Batu Sampai Keluar Darah”</title>
		<link>http://hukum-indonesia.com/ketua-ma-singapura-%e2%80%9clebih-baik-peras-batu-sampai-keluar-darah%e2%80%9d/</link>
		<comments>http://hukum-indonesia.com/ketua-ma-singapura-%e2%80%9clebih-baik-peras-batu-sampai-keluar-darah%e2%80%9d/#comments</comments>
		<pubDate></pubDate>
		<dc:creator>emhary</dc:creator>
				<category><![CDATA[BERITA HUKUM]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hukum-indonesia.com/?p=340</guid>
		<description><![CDATA[Singapura-Humas. Ada kiasan yang menarik dari Ketua Mahkamah Agung Singapura, Chan Sek Keong, ketika menjelaskan kaitan ketersediaan jumlah hakim dan aparatur pengadilan dengan beban kerja pengadilan, termasuk pada saat proses transformasi lembaga pengadilan di Singapura pada awal 90-an. Hakim Agung Chan menegaskan bahwa sebelum 1990, lembaga pengadilan Singapura dikenal sebagai lembaga yang lamban dalam penyelesaian [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://hukum-indonesia.com/ketua-ma-singapura-%e2%80%9clebih-baik-peras-batu-sampai-keluar-darah%e2%80%9d/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

